ULUM AL-HADITH (KELAS GRATIS)

Wishlist Share
Share Course
Page Link
Share On Social Media

Tentang bimbel ini

Pembahasan pada 40 halaman pertama kitab Tadrib al-Rawi menyajikan fondasi epistemologis yang kokoh bagi kajian hadis. Materi diawali dengan Mabadi’ ‘Asyarah (Sepuluh Prinsip Dasar) yang mendefinisikan perbedaan esensial antara Ilmu Hadis Riwayah dan Ilmu Hadis Dirayah. Ilmu Riwayah fokus pada keakuratan penukilan teks dan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ, sementara Ilmu Dirayah menetapkan kaidah kritis untuk menyaring ketersambungan sanad serta keadilan perawi guna menentukan apakah suatu hadis dapat diterima atau ditolak.

Alur pembahasan kemudian beralih pada standarisasi terminologi teknis. Istilah-istilah kunci seperti Sanad , Matan , dan Isnad dibedah secara mendalam untuk membangun pemahaman yang presisi mengenai jalur transmisi ilmu. Penjelasan mengenai perbedaan antara Hadis , Sunnah , Khabar , dan Athar memberikan batasan yang jelas mengenai otoritas sumber dalam tradisi intelektual Islam.

Bagian krusial lainnya adalah klasifikasi otoritas melalui hierarki gelar keahlian, mulai dari Al-Musnid hingga Amirul Mukminin fi al-Hadits . Penjenjangan ini menunjukkan betapa ketatnya kriteria hafalan dan wawasan yang harus dimiliki seorang ulama untuk diakui sebagai otoritas dalam bidang hadis.

Sebagai penutup bagian ini, teks menguraikan sejarah sastra hadis dan menetapkan standar tertinggi dalam penerimaan berita, yaitu lima pilar Hadis Sahih . Syarat-syarat tersebut—mulai dari ketersambungan sanad, keadilan dan kekuatan hafalan perawi, hingga ketiadaan kejanggalan ( syudzudz ) dan cacat tersembunyi ( ‘illat )—menjadi gerbang utama dalam menjaga keteguhan syariat.

Show More

Apa yang akan kamu pelajari?

  • 1. Pendahuluan: Mengapa Kita Belajar Ini?
  • Identitas Azhari: Bagi mahasiswa Al-Azhar, ilmu hadis adalah "benteng" agama. Kita belajar untuk menjaga agar ucapan Nabi ﷺ tidak dipalsukan.
  • Tentang Kitab: Kitab Tadrib al-Rawi adalah penjelasan (syarh) super lengkap dari Imam al-Suyuti untuk kitab Al-Taqrib karya Imam al-Nawawi.
  • 2. Dua Pilar Utama Ilmu Hadis
  • Ilmu Riwayah (Teknis Penukilan): Fokus pada cara mencatat dan menyampaikan apa yang berasal dari Nabi ﷺ (ucapan, perbuatan, sifat) secara akurat.
  • Ilmu Dirayah (Quality Control): Fokus pada aturan dan filter untuk menentukan apakah sebuah hadis bisa diterima (Sahih) atau harus ditolak (Dhaif).
  • 3. Sejarah Singkat Ilmu Dirayah (Evolusi Filter Hadis)
  • Masa Sahabat: Dimulai dengan sikap sangat hati-hati dan meminta saksi jika ada yang menyampaikan hadis.
  • Abad 2-3 H: Aturan seleksi hadis mulai muncul tapi masih tersebar di buku-buku hukum (seperti karya Imam Syafi'i).
  • Abad 4 H (Lahirnya Buku Pertama): Al-Ramahurmuzi menulis buku pertama yang khusus membahas ilmu Dirayah (Al-Muhaddits al-Fashil).
  • Abad 7 H (Standar Emas): Ibnu al-Salah merapikan semua ilmu hadis menjadi 65 cabang. Buku beliau menjadi rujukan utama seluruh dunia hingga kini.
  • Masa Imam al-Suyuti: Beliau menulis Tadrib al-Rawi untuk mempermudah mahasiswa memahami standar-standar yang sudah dirapikan oleh para ulama sebelumnya.
  • 4. Kamus Istilah Dasar
  • Sanad: "Jembatan" atau daftar orang yang menyampaikan hadis (Si A dari Si B, dst).
  • Matan: "Pesan" atau isi omongan Nabi ﷺ yang ada di ujung sanad.
  • Hadis vs Athar: Hadis biasanya dari Nabi ﷺ, sedangkan Athar dari Sahabat atau Tabi'in.
  • Al-Muhtaff bi al-Qara'in: Hadis yang tingkat kebenarannya sangat meyakinkan karena didukung bukti tambahan (seperti ada di kitab Bukhari-Muslim).
  • 5. Kasta/Gelar Ahli Hadis
  • Musnid: Orang yang sekadar punya daftar guru dan sanad.
  • Al-Hafiz: Orang yang hafal minimal 100.000 hadis beserta sanadnya.
  • Amirul Mukminin: Gelar tertinggi atau "Rajanya" hadis (seperti Imam Bukhari).
  • 6. 5 Syarat Hadis Sahih (Standar Kelulusan)
  • Sebuah hadis baru boleh disebut Sahih jika lolos 5 tes:
  • Sanad Bersambung: Rantai gurunya tidak ada yang terputus.
  • Perawinya Adil: Orangnya jujur, taat beragama, dan menjaga harga diri.
  • Hafalannya Mantap (Dhabth): Tidak pelupa dan catatannya akurat.
  • Tidak Aneh (Ghairu Syadz): Isinya tidak bertabrakan dengan hadis dari orang yang lebih hebat.
  • Tidak Ada Cacat Rahasia (Ghairu 'Illat): Bersih dari kesalahan halus yang hanya diketahui pakar profesional.
  • Tujuan Akhir: Dengan memahami poin-poin di atas, mahasiswa Al-Azhar tidak hanya siap lulus ujian Termin dengan nilai maksimal, tetapi juga memiliki dasar yang kuat untuk menulis artikel ilmiah atau jurnal yang berkualitas tentang studi hadis.

MATERI KURSUS

IJMALI-ULUM AL-HADITH

  • IJMALI (ULUM AL-HADITH)
    11:29
  • TAFSHILI_ILMU HADIS RIWAYATAN_HAL 1-11
    36:35
  • TAFSHILI_PEMBAGIAN ILMU HADIS RIWAYATAN_HAL 12-16
    35:08
  • TAFSHILI_ilmu hadis diroyah-mustholah haditsiyah_hal 16-40
    37:22
  • SOAL PREDIKSI TERMIN 2
  • TALKHISAN ULUM AL-HADITH HAL 1-40 (GRATIS)

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet

Want to receive push notifications for all major on-site activities?