MILAL WA NIHAL (KELAS GRATIS)
Tentang bimbel ini
Pembahasan dalam 40 halaman pertama buku ini memberikan landasan teoretis, sejarah, dan metodologis dalam studi perbandingan agama dari sudut pandang Islam. Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:
1. Pengantar dan Definisi (Halaman 1–14)
-
Definisi “Din” (Agama): Secara bahasa berarti ketaatan, perhitungan, atau mazhab. Secara istilah, penulis cenderung mendefinisikan agama sebagai kumpulan aturan yang memberikan jawaban pasti atas pertanyaan manusia mengenai Tuhan, alam semesta, dan kehidupan gaib.
-
Istilah Terkait: Buku ini membedakan istilah Millah (agama dari sisi syariat yang diikuti umat) dan Nihlah (sering dikaitkan dengan klaim atau keyakinan yang dibuat-buat, namun kadang digunakan sebagai sinonim untuk mazhab/agama).
2. Awal Mula Akidah: Tauhid vs Evolusi (Halaman 15–22)
-
Perdebatan Asal-usul: Ada dua teori utama mengenai awal keyakinan manusia. Teori pertama menyatakan manusia dimulai dengan Tauhid murni (berdasarkan wahyu kepada Adam AS). Teori kedua (Evolusi) menyatakan manusia mulai dari politeisme/anismisme menuju monoteisme.
-
Argumen Wahyu: Penulis menolak teori evolusi agama dan berargumen bahwa Allah menciptakan manusia dengan fungsi tubuh yang teratur dan memberikan wahyu sebagai panduan nilai kehidupan, sehingga Tauhid adalah awal yang logis dan historis.
3. Sebab-Sebab Penyimpangan Akidah (Halaman 23–27)
Penyimpangan dari Tauhid murni menuju kesyirikan disebabkan oleh beberapa faktor utama:
-
Kebodohan dan Kurangnya Ilmu: Hilangnya para ulama membuat masyarakat mengikuti pemimpin yang bodoh.
-
Inovasi dan Tipu Daya Setan: Contohnya adalah pembuatan patung orang saleh yang awalnya untuk peringatan namun akhirnya disembah.
-
Taklid (Ikut-ikutan): Berpegang teguh pada warisan nenek moyang meski salah.
-
Persaingan Duniawi: Mengabaikan hukum agama demi ambisi materi yang berujung pada pengabaian akidah.
4. Sejarah Ilmu Perbandingan Agama (Halaman 28–35)
-
Awal Mula: Dimulai dari rasa ingin tahu manusia terhadap perbedaan keyakinan dan kebutuhan para Nabi untuk menunjukkan kebatilan agama kaumnya saat berdakwah.
-
Peran Islam sebagai Pionir: Ilmu ini menjadi disiplin formal setelah masa Futuhat (ekspansi Islam), didorong oleh kebutuhan dakwah dan pengelolaan wilayah yang beragam budaya.
-
Kontribusi Ilmuwan Muslim: Ulama seperti Al-Biruni dan Ash-Syahrastani mempelopori studi yang deskriptif, objektif, dan bersumber dari teks asli, jauh sebelum Barat mengenal metode ilmiah yang serupa.
5. Manfaat dan Hukum Mempelajari (Halaman 36–40)
-
Manfaat: Membantu menyampaikan kebenaran secara logis, menjawab keraguan (syubhat), menguji agama dengan timbangan akal, dan menyadari besarnya nikmat Islam.
-
Hukum: Secara umum adalah Fardhu Kifayah (kewajiban kolektif) bagi umat. Namun, bagi individu, hukumnya bisa berubah menjadi wajib (bagi pendakwah/alim), mubah, atau bahkan haram bagi mereka yang lemah akal dan dikhawatirkan terkena fitnah syubhat.
Buku ini menegaskan bahwa studi perbandingan agama dalam Islam bukan bertujuan untuk merendahkan, melainkan untuk mencari kebenaran melalui dialog ilmiah yang jujur dan santun.
MATERI KURSUS
Milal wa Nihal_hal 1-40
-
IJMALI 01_Milal wa Nihal_hal 1-40
16:38 -
TAFSHILI_MUKODDIMAH-DEFINISI MUKORONAH ADYAN_HAL 1-16
44:30 -
TAFSHILI_BIDAYAH AKIDAH_HAL 17-24
39:22 -
TAFSHILI_ASABAB TAHRIF_HAL 25-29
31:57 -
TAFSHILI_TARIKH MUKORONAH ADYAN-FAWAID_HAL5-7 TALKHISAN
42:02 -
TALKHISAN MILAL WA NIHAL HAL 1-40 (GRATIS)
-
Soal prediksi termin
