ILMU TAUHID (BERBAYAR)
Tentang bimbel ini
Materi ini membahas fondasi akidah Islam melalui pendekatan logika (akal) dan dalil nakli (teks agama) dengan rincian sebagai berikut:
1. Fondasi Ilmu dan Definisi
Hakikat Ilmu: Penyempurnaan diri manusia dicapai melalui kekuatan kognitif untuk memahami hakikat segala sesuatu sesuai kemampuan manusia.
Definisi Tawhid: Secara zat, Tawhid adalah ilmu yang membahas tentang “hal yang diketahui” (Al-Ma’lum) untuk menetapkan akidah agama. Secara عرضي (aksidental), ia memberikan kemampuan untuk membuktikan akidah melalui argumen serta menangkis keraguan.
Manfaat Ilmu: Mengubah taklid (ikut-ikutan) menjadi keyakinan, menjaga kaidah Islam dari syubhat, serta menjadi dasar bagi ilmu syariat lainnya seperti Tafsir dan Hadis.
2. Hukum Akal dan Logika Ketuhanan
Tiga Hukum Akal: Dokumen menjelaskan klasifikasi logika dasar: Wajib (harus ada, seperti keberadaan Allah), Mustahil (tidak mungkin ada, seperti sekutu bagi Allah), dan Jaiz/Mungkin (boleh ada atau tidak, seperti makhluk).
Sifat Wajib bagi Allah: Allah bersifat Wajib al-Wujud (ada dengan sendirinya), tidak tersusun dari bagian-bagian, dan Esa (tidak berbilang).
Sifat Makhluk (Mungkin): Segala sesuatu yang mungkin ada membutuhkan sebab (mu’aththir) untuk mengeluarkannya dari ketiadaan menjadi ada. Dokumen menolak konsep kebetulan (shudfah) melalui logika kehendak (iradah).
3. Metafisika: Jawhar dan Arad
Untuk membuktikan alam semesta diciptakan, dokumen membahas struktur fisik:
Jawhar (Substansi): Sesuatu yang menempati ruang secara mandiri.
Arad (Aksidensi): Sifat yang menempel pada substansi, seperti warna atau gerak, yang tidak bisa berdiri sendiri.
Argumen Kebaruan Alam (Huduth al-Alam): Karena alam terdiri dari substansi dan aksidensi yang selalu berubah (baru), maka alam semesta secara keseluruhan adalah baru dan pasti memiliki Pencipta yang Maha Dahulu (Qadim).
4. Pembuktian Keberadaan Tuhan (Al-Sani’)
Dalil Akal: Menggunakan lima argumen logika, termasuk argumen Huduth (kebaruan) dan pembatalan konsep rantai sebab tanpa akhir (Tasalsul) serta putaran sebab yang saling bergantung (Dawr).
Dalil Kosmik (Alam Semesta): Mengajak merenungi keajaiban penciptaan hewan (sistem pencernaan), tumbuhan (proses tumbuh dari biji), benda langit, hingga elemen alam seperti laut dan angin sebagai bukti adanya Pencipta yang Bijaksana.
Bantahan Terhadap Materialis: Menangkis klaim bahwa alam ada karena materi abadi atau kebetulan, dengan menjelaskan bahwa materi bersifat terbatas dan berubah, sehingga tidak mungkin bersifat azali.
5. Sifat-Sifat Allah dan Perdebatan Teologis
Klasifikasi Sifat: Sifat Allah dibagi menjadi Nafsiyyah (Wujud), Salbiyyah (penafian hal yang tidak layak), Af’al (perbuatan), dan Thubutiyyah (sifat kesempurnaan).
Pembahasan Khusus Sifat:
Qudrah (Kuasa): Allah berkuasa atas segala hal yang mungkin (mumkinat), menolak pandangan Majusi atau sebagian Muktazila yang membatasi kuasa Tuhan.
Ilmu: Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu, baik yang wajib, mustahil, maupun jaiz, secara detail dan azali.
Ru’yah (Melihat Allah): Menjelaskan perdebatan tentang kemungkinan melihat Allah di akhirat. Ahli Sunnah menetapkan hal ini sebagai hal yang mungkin secara akal dan pasti terjadi secara nakli, berbeda dengan pandangan Muktazila.
6. Sejarah dan Metodologi
Materi ini juga merangkum sejarah kodifikasi ilmu kalam dari masa Nabi Muhammad hingga kemunculan aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai pembela ajaran Ahli Sunnah wal Jamaah. Ringkasan ini disusun dengan membandingkan pandangan berbagai madrasah seperti teolog (Mutakallimun), filsuf (Hukama), dan berbagai sekte lainnya.
MATERI KURSUS
GUDANG MATERI ILMU TAUHID
-
TALKHISAN TAUHID LENGKAP
-
TAFSHILI_PEMBAGIAN JAWHAR_HAL 11-12
-
TAFSHILI_PEMBAGIAN HUKUM ARADH_HAL 13-21
43:36 -
TAFSHILI_ITSBAT AL SHONI’_HAL 21-24
40:09 -
TAFSHILI_TUDUHAN MATERIALIS-SIFAT WAHDANIYAT_HAL 24-27
48:09 -
TAFSHILI_KELOMPOK PENYELISIH TAUHID-PEMBAGIAN SIFAT_HAL 27-29
35:24 -
TAFSHILI _SIFAT QUDRAH_HAL 31-34
40:58 -
TAFSHILI_SIFAT ILMU_HAL 34-36
21:56 -
TAFSHILI_MENSUCIKAN ALLAH DARI KEKURANGAN_HAL 35-36
21:03 -
TAFSHILI_RUKYATULLAH_HAL 37-AKHIR
00:00
