ULUM AL-HADITH (KELAS GRATIS)
Tentang bimbel ini
Pembahasan pada 40 halaman pertama kitab Tadrib al-Rawi menyajikan fondasi epistemologis yang kokoh bagi kajian hadis. Materi diawali dengan Mabadi’ ‘Asyarah (Sepuluh Prinsip Dasar) yang mendefinisikan perbedaan esensial antara Ilmu Hadis Riwayah dan Ilmu Hadis Dirayah. Ilmu Riwayah fokus pada keakuratan penukilan teks dan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ, sementara Ilmu Dirayah menetapkan kaidah kritis untuk menyaring ketersambungan sanad serta keadilan perawi guna menentukan apakah suatu hadis dapat diterima atau ditolak.
Alur pembahasan kemudian beralih pada standarisasi terminologi teknis. Istilah-istilah kunci seperti Sanad , Matan , dan Isnad dibedah secara mendalam untuk membangun pemahaman yang presisi mengenai jalur transmisi ilmu. Penjelasan mengenai perbedaan antara Hadis , Sunnah , Khabar , dan Athar memberikan batasan yang jelas mengenai otoritas sumber dalam tradisi intelektual Islam.
Bagian krusial lainnya adalah klasifikasi otoritas melalui hierarki gelar keahlian, mulai dari Al-Musnid hingga Amirul Mukminin fi al-Hadits . Penjenjangan ini menunjukkan betapa ketatnya kriteria hafalan dan wawasan yang harus dimiliki seorang ulama untuk diakui sebagai otoritas dalam bidang hadis.
Sebagai penutup bagian ini, teks menguraikan sejarah sastra hadis dan menetapkan standar tertinggi dalam penerimaan berita, yaitu lima pilar Hadis Sahih . Syarat-syarat tersebut—mulai dari ketersambungan sanad, keadilan dan kekuatan hafalan perawi, hingga ketiadaan kejanggalan ( syudzudz ) dan cacat tersembunyi ( ‘illat )—menjadi gerbang utama dalam menjaga keteguhan syariat.
MATERI KURSUS
IJMALI-ULUM AL-HADITH
-
IJMALI (ULUM AL-HADITH)
11:29 -
TAFSHILI_ILMU HADIS RIWAYATAN_HAL 1-11
36:35 -
TAFSHILI_PEMBAGIAN ILMU HADIS RIWAYATAN_HAL 12-16
35:08 -
TAFSHILI_ilmu hadis diroyah-mustholah haditsiyah_hal 16-40
37:22 -
SOAL PREDIKSI TERMIN 2
-
TALKHISAN ULUM AL-HADITH HAL 1-40 (GRATIS)
